Si Kecil Keracunan? Jangan panik!

Kita tidak bisa menyalahkan atau melarang kebiasaan si kecil yang gemar memasukkan sesuatu ke mulutnya. Itu adalah cara mereka untuk belajar. Tapi kalau sampai keracunan? Mimpi Buruk!
Tapi Bunda masih dapat melakukan tindakan darurat apabila hal tersebut terjadi. 

Tanda-tanda keracunan:
Si kecil telah menelan sesuatu yang berbahaya apabila dia menunjukkan beberapa gejala-gejala di bawah ini:

- Pusing

- Muntah

- Diare

- Sakit perut

- Rasa panas atau terbakar di sekeliling mulut si kecil

- Demam atau keringat dingin

- Napas yang tidak teratur

- Kehilangan napsu makan

- Sulit menelan

- Iritasi kulit

- Bibir dan kulit berubah warna

- Tidak sadar diri

Apabila si kecil menunjukkan tanda-tanda berikut, diharapkan agar Bunda segera membawa si kecil ke dokter terdekat. 

Berikut adalah beberapa jenis keracunan yang paling sering terjadi dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan. Simak yuk! 

 

1. Keracunan Hidrokarbon

Kelompok hidrokarbon yang sering menyebabkan keracunan berupa iritasi pada paru-paru adalah minyak tanah, bensin, minyak cat, thinner maupun "minyak" isi untuk korek api.

GEJALA KLINIS

Batuk, napas pendek dan sesak karena terjadi pengerutan di saluran napas, kulit membiru, bahkan batuk darah. Bisa juga terjadi depresi susunan saraf pusat yang mengakibatkan terjadi penurunan kesadaran. Kondisi ini kadang disertai gejala lain semisal kejang, mual-muntah, nyeri perut dan diare.

PERTOLONGAN PERTAMA:

Berikan obat antiracun atau norit yang biasanya dapat dibeli bebas di apotek. Akan tetapi, pemberian norit kadang tak cukup efektif mengingat daya sensitivitas norit itu sendiri kerap berbeda pada setiap penggunaan.

Bila ada tanda-tanda tekanan pada pernapasannya, buka seluruh pakaian yang dikenakan. Minta orang-orang yang mengerubunginya untuk menjauh, sehingga anak leluasa mendapat udara. Selanjutnya, jangan menunda waktu, segera bawa anak ke dokter untuk penanganan yang lebih intensif. Dokter biasanya akan melakukan kumbah atau cuci lambung, melakukan oksigenisasi, napas buatan, selain memberikan obat-obatan antibiotik.

 

2. Keracunan Insektisida

Keracunan insektisida (racun serangga), lebih sering dijumpai karena memang banyak dipakai. Organofosfat (bahan dari insektisida) sering dicampur dengan bahan pelarut minyak tanah. Dengan demikian, pada keracunan ini harus diperhatikan tanda-tanda keracunan minyak tanah itu sendiri. 

GEJALA KLINIS

Keluarnya air mata secara berlebih, urinasi, diare, gejala kerusakan lambung, miosis (pengecilan ukuran manik mata), dan bronkokonstriksi (penyempitan bronkus) dengan sekresi berlebihan. Disamping itu, anak tampak sesak dan banyak mengeluarkan lendir serta mulutnya berbusa. Gejala lainnya adalah kejang, penurunan kesadaran sampai koma.

PERTOLONGAN PERTAMA

Secara garis besar sama saja dengan pertolongan pertama pada keracunan hidrokarbon. Namun setelah melepas baju dan apa saja yang dikenakan anak, cucilah tubuhnya dengan sabun dan siram dengan air mengalir.

 

 

3. Keracunan Makanan

Faktor penyebabnya antara lain:

- Makanan tersebut mengandung zat-zat kimia berbahaya yang bila ditelan dapat membuat anak keracunan, seperti jengkol, jamur, dan singkong yang mengandung zat yang dapat membahayakan tubuh.

- Proses pengolahan dan penyimpanannya salah. Bisa juga karena sudah kadaluwarsa sehingga makanan itu kini berubah menjadi racun.

- Makanan yang dikonsumsi tercemar oleh zat beracun, baik yang disengaja semisal pengawet, zat pewarna dan penyedap, maupun yang tidak disengaja karena makanan tersebut ternyata mangandung kuman.

GEJALA KLINIS

Mual, perut terasa panas, pusing, lemah/lemas, sesak, serta pernapasan berlangsung cepat dengan bau khas. Gejala lainnya adalah kejang, berkeringat, mata menonjol. Mulut umumnya berbusa bercampur darah. Sedangkan pada mereka yang berkulit putih, warna kulitnya menjadi merah bata sementara warna kulit umumnya menjadi kebiru-biruan karena kekurangan oksigen.

PERTOLONGAN PERTAMA

Buka ruangan yang tertutup agar oksigen dapat dengan mudah dihirup anak. Jangan mengerumuninya. Buka pakaian atau benda-benda yang dikenakan agar pori-porinya mendapat oksigen.

Usahakan zat beracun yang tertelan anak dapat segera dikeluarkan dengan cara merangsangnya supaya muntah. Berikan zat antiracun. Untuk menghambat proses kerja racun, berikan ia susu dan air kelapa muda. Namun, usaha ini hanya untuk menghambat dan bukan untuk mengobati. Jadi, anak harus tetap dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

4. Keracunan Gigitan Binatang

Gigitan binatang berbisa kadang tak bisa dihindari. Akibat yang ditimbulkan bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis racun binatang yang masuk ke tubuh korban.

GEJALA KLINIS

Bentol-bentol, kulit melepuh, bengkak, jantung berdebar keras, kehilangan pandangan, pusing dan tubuh membiru.

PERTOLONGAN PERTAMA 

Pada kasus yang ringan, seperti digigit serangga, orang tua dapat mengoleskan obat penghangat, seperti minyak kayu putih atau balsem. Pada kasus yang relatif berat seperti gigitan ular, hambatlah aliran darahnya dengan membebat daerah yang terkena gigitan, tapi biasanya cara ini kurang efektif. Langkah yang terbaik adalah dengan sesegera mungkin membawa anak ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang benar dan memadai. 


Bagikan

Komentar (0)


Mohon Daftar/Masuk untuk dapat menuliskan komentar

Article Terkait

Kenali Sindrom SIDS untuk Segera Lakukan Antisipas...

Sudah tahukah Bunda tentang Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)? SIDS adalah salah satu penyakit pada bayi yang menyebabkanmeninggal mendadak saat sed...

Daftar Kebutuhan Esensial yang Diperlukan Bayi Bar...

Masa kehamilan adalah salah satu momen membahagiakan bagi wanita, apalagi jika waktu kelahiran Si Kecil sudah semakin mendekat. Selama menantikan kela...

Vaksin Wajib Buat Si Kecil

Pemberian vaksin bagi Si Kecil memang masih mengundang pro dan kontra dengan berbagai alasan. Jika Bunda masih ragu untuk memberikan vaksin kepada Si...