Lekas Siapkan Peralatan Persalinan Bunda Ketika Sudah Merasa Gejala-gejala Berikut

Sedang menanti kelahiran si kecil? Wah..pasti deg-degan yaa, penantian selama 9 bulan akhirnya terwujud juga! Untuk first timer mom, perlu diketahui beberapa tanda-tanda apabila si kecil sudah siap untuk keluar. Jangan lupa, selalu menyiapkan ‘peralatan perang’ yah, seperti baju salin, baju bayi, buku bacaan,  selimut, kaos kaki, berkas-berkas, peralatan mandi, charger handphone dan minuman/cemilan di dalam satu tas yang dapat langsung dibawa ketika sudah merasakan tanda-tanda berikut!

·       Nyeri punggung, sakit perut, atau kram selayaknya masa pramenstruasi.

·       Mendadak sulit tidur.

  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat. Beberapa pekan atau jam sebelum persalinan, bayi akan turun ke tulang panggul. Kondisi ini membuat rahim bersandar lebih sering pada kandung kemih sehingga frekuensi buang air kecil menjadi makin meningkat dibandingkan biasanya.
  • Keluar lendir kental bercampur darah dari vagina. Selama hamil, serviks akan ditutupi oleh lendir yang kental. Namun, ketika mendekati persalinan, serviks akan membesar dan membuat jalan lendir itu keluar melalui vagina. Warnanya bisa bening, merah muda, atau sedikit berdarah. Akan tetapi, perlu diingat, lendir bercampur darah tidak selalu menjadi tanda awal siap melahirkan.
  • Perubahan pada serviks. Jaringan pada serviks akan melunak atau menjadi elastis. Jika Bunda sudah pernah melahirkan, maka serviks akan lebih mudah membesar sekitar satu atau dua sentimeter sebelum persalinan dimulai. Namun, jika baru pertama kali mengalami masa-masa ini, pembukaan serviks sebesar satu sentimeter tidak bisa menjadi jaminan Bunda akan segera melahirkan.
  • Air ketuban pecah. Tanda melahirkan paling umum yang diketahui oleh kebanyakan orang adalah pecahnya air ketuban. Kebanyakan wanita lebih dulu merasakan kontraksi sebelum air ketuban pecah, tapi ada juga yang mengawalinya dengan pecahnya ketuban. Ketika hal ini terjadi, biasanya persalinan akan menyusul dengan segera. Namun bahayanya, jika air ketuban sudah pecah, tapi Anda tidak juga mengalami kontraksi, maka bayi Anda akan lebih mudah terserang infeksi. Hal itu dikarenakan cairan yang selalu melindungi bayi dari kuman selama berada di kandungan ini telah habis. Jika hal ini terjadi, proses induksi akan dilakukan untuk keselamatan bayi Anda. Jika Anda sudah mengalami pecah ketuban, bergegaslah ke rumah sakit. Biasanya, persalinan akan terjadi sekitar 24 jam setelah ketuban pecah.
  • Merasakan kontraksi palsu. Kontraksi ini biasa disebut Braxton Hicks atau terjadi pengencangan perut yang datang dan pergi. Namun, pengencangannya tidak sekuat kontraksi sungguhan ketika melahirkan. Biasanya, kontraksi ini berlangsung 30 – 120 detik. Berbeda dengan kontraksi sungguhan, kontraksi Braxton Hicks dapat hilang saat Bunda berpindah posisi atau relaks. Perbedaan lain kontraksi ini dengan kontraksi sungguhan, yakni kontraksi Braxton Hicks hanya terasa di daerah perut atau panggul, sementara kontraksi sungguhan biasanya terasa di bagian bawah punggung kemudian berpindah ke bagian depan perut.

 

Umumnya proses melahirkan terjadi pada usia hamil 9 bulan atau 40 minggu. Pada usia tersebut fisik bayi telah siap untuk menjalani kehidupan di luar rahim Anda. Namun, tidak semua wanita melahirkan pada kisaran waktu tersebut.


Bagikan

Article Terkait

Cara Menjaga Kesehatan Si Kecil

Memiliki daya tahan tubuh yang baik dan fisik yang prima, akan menghindari si kecil dari penyakit. Ternyata, tidak sulit lho, Bun, untuk menjaga keseh...

Kehamilan dan Lupus

Lupus merupakan penyakit oto-imun yang sering menyerang perempuan, termasuk ibu hamil. Antibodi yang seharusnya memberantas kuman atau virus yang masu...

Ibu Hamil, Yuk Cek Laboratorium!

Saat dinyatakan positif hamil oleh dokter tentunya hal yang paling membahagiakan. Bunda juga pasti sangat ingin menjaga kehamilan tersebut dengan baik...