Kamis, 26 Mei 2016


Saat dinyatakan positif hamil oleh dokter tentunya hal yang paling membahagiakan. Bunda juga pasti sangat ingin menjaga kehamilan tersebut dengan baik. Selain menjaga kehamilan, ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan cek laboratorium. Tujuannya adalah agar Bunda dapat mengetahui kesehatan janin dan Bunda sendiri, untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin timbul pada janin sehingga dapat segera diobati sedini mungkin. Berikut beberapa cek lab yang dapat Bunda lakukan pada trimester pertama:

1. Glukosa

Cek glukosa perlu dilakukan dan dipantau selama kehamilan untuk mendeteksi adanya DMG (Diabetes Melitus Gestasional), yaitu salah satu jenis diabetes yang terjadi hanya pada masa kehamilan. Sekitar 1-3% ibu hamil menderita penyakit ini, biasanya muncul di trimester ke-2 atau minggu ke-20 dan akan hilang dengan sendirinya saat ibu melahirkan. Penyakit ini dapat mengakibatkan keguguran, kerusakan pada otak dan jantung janin atau berat badan berlebih bagi janin. Bagi ibu hamil, dapat menyebabkan kesulitan saat melahirkan dikarenakan bayi berukuran besar dan meningkatkan resiko terjadinya preeclampsia, yaitu gejala hipertensi (tekanan darah tinggi di atas 140/90 mmHG) pada masa kehamilan yang dapat berakibat pada kematian.

2. Virus Hepatitis

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi virus Hepatitis yang terdiri dari virus Hepatitis A, B dan C yang dapat menyebkan peradangan pada hati. Virus Hepatitis A dapat menyerang melalui makanan atau minuman, sedangkan Hepatitis B dan C melalui cairan tubuh, seperti darah. Gejala yang terjadi adalah sakit kepala, demam, rasa tidak enak badan, mual, muntah, nyeri pada otot, nyeri pada perut kanan atas dan warna urin yang jadi lebih gelap. Gejala ini biasanya berlangsung selama 4-7 hari dan pada tahap selanjutnya gejala akan berkurang, tetapi muncul warna kekuningan di putih mata, kulit dan terjadi pembesaran hati. Pada tahap kedua, berlangsung antara 3-6 minggu di mana warna kekuningan akan mereda dan mulai pulih. Apabila tidak ditangani dengan baik, virus Hepatitis ini dapat mengakibatkan keguguran pada usia kehamilan trimester I maupun kelahiran prematur dan penularan kepada Si Kecil pada usia kehamilan trimester II dan III lho, Bunda.

 

3. Serologi

Pemeriksaan marker infeksi VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dan TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination Assay) untuk mendeteksi adanya penyakit Sifilis. VDRL adalah skrining untuk penyakit Sifilis sedangkan TPHA adalah pemeriksaan lanjutan untuk konfirmasi penyakit Sifilis. Penyakit ini dapat ditularkan pada janin yang dikandung dan menyebabkan saat Si Kecil lahir atau beberapa setelahnya mengalami gejala pembesaran hati dan limpa, penyakit kuning, anemia, lesi kulit, pembesaran kelenjar getah bening serta gangguan sistem saraf.

 

4. Anti HIV

Tes darah Anti HIV (Antigen Human Immunodeficiency Virus) bertujuan mendeteksi adanya infeksi virus HIV. Bila hasil tes menunjukkan positif dan tidak diatasi sejak dini akan berpotensi menular pada janin. Untuk mengurangi resiko penularan, ibu hamil harus segera diterapi dengan antivirus dan ketika persalinan dilakukan secara bedah sesar untuk mencegah bayi tertular virus HIV tersebut.

 

5. Urin
Tes urin dapat mendeteksi penyakit infeksi saluran kemih dan kelainan lain di saluran kemih. Resiko terkena penyakit ini biasanya terjadi di usia kehamilan minggu ke-6 sampai minggu ke-24 dikarenakan rahim yang terletak di atas kandung kemih mulai membesar sehingga menekan kandung kemih dan menghambat aliran air seni sehingga menyebabkan infeksi. Apabila infeksi tidak segera diobati, dapat menyebabkan kontraksi dan kelahiran prematur atau ketuban pecah dini.

 

6. Virus TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes)

Infeksi TORCH pada ibu hamil dapat dideteksi melalui pemeriksaan Anti-Toxoplasma IgG & IgM, Anti-Rubella IgG & IgM, Anti-CMV IgG & IgM, dan Anti-HSV2 IgG & IgM. TORCH adalah penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan kelainan bawaan atau cacat bahkan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian pada janin bila ibu hamil terdeteksi mengidap penyakit tersebut. Virus TORCH harus dibersihkan atau dijinakan agar tidak mengganggu tumbuh kembang janin dalam kandungan.

 

Nah Bunda, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter untuk melakukan cek lab tersebut ya. Lebih baik mencegah dan mendeteksi sejak dini sebelum terjadi hal buruk atau tidak diinginkan pada Si Kecil. Yuk, mari kita cek lab, Bunda!

Jangan lupa klik like dan follow social media Sweety di Facebook: Bunda Cermat dan Twitter: @sweetycare untuk mendapatkan tips lainnya ya, Bunda!


BAGIKAN

Produk
Foto Kontes ABC