Kamis, 7 Mei 2015


Lupus merupakan penyakit oto-imun yang sering menyerang perempuan, termasuk ibu hamil. Antibodi yang seharusnya memberantas kuman atau virus yang masuk dalam tubuh, justru berbalik menyerang tubuh.

Ibu hamil yang menderita Lupus, tetap bisa menjalani kehamilan dengan aman, tetapi, dengan syarat, bukan pada masa aktif atau setidaknya 6 bulan. Ibu hamil penderita Lupus harus berada di bawah pengawasan, sebelum masa konsepsi. Ibu hamil yang terkena Lupus bisa mengakibatkan keguguran, lahir mati, atau komplikasi serius. Sehingga, pantauan rutin dari dokter kandungan, sangat penting.

Bagi perempuan yang ingin hamil, perlu membekali dirinya dengan pengetahuan mengenai penyakit ini dan segala risikonya yang akan dihadapi, seperti terganggunya proses kehamilan yang berakibat pada keguguran, gangguan-gangguan perkembangan janin, atau bayi lahir meninggal. Kehamilan juga bisa memperburuk kondisi Lupus sang penderita.

Ibu hamil penderita Lupus tetap bisa menjalani kehamilan dengan lancar, asalkan ada kerja sama yang baik antara penderita lupus, dokter penyakit dalam (internis) serta dokter kandungan. Pemeriksaan kehamilan dan kondisi ibu hamil penderita Lupus harus rutin dilakukan, agar bisa segera dideteksi dan ditangani sesuai kondisi kehamilan.

Pengembangan komplikasi Lupus dapat mempengaruhi proses kehamilan. Hal ini sering terjadi pada trimester pertama atau kedua masa kehamilan. Sebagian besar komplikasi yang terjadi adalah komplikasi ringan, yang dapat diobati dengan dosis kecil. Komplikasi lain adalah hipertensi, yang perlu dilakukan perawatan sesegera mungkin.

Pada sebagian besar kasus, bayi yang lahir dari ibu penderita Lupus, berisiko prematur, cacat atau keterbelakangan mental, keguguran atau janin lahir mati. Saat kehamilan berlangsung, dokter akan memeriksa detak jantung bayi dan pertumbuhannya secara rutin. Sekitar 3% bayi yang lahir dari ibu lupus, akan memiliki lupus neonatal- ruam sementara dan jumlah darah yang abnormal. Neonatal lupus akan hilang pada saat bayi berusia 3-6 bulan dan tidak kambuh lagi. Bayi dengan lupus neonatal, kemungkinan dilahirkan dalam kondisi jantung lemah, namun, kondisi ini permanen dan dapat diobati dengan alat pacu jantung.


BAGIKAN

Produk
Foto Kontes ABC