Share:

Baiti Jannati

Sore itu di bulan Agustus, setelah solat Ashar di mushola kantor yang berada di lantai 3, aku merasakan ada sesuatu yang mengalir seperti sedang mengalami menstruasi. dengan rasa khawatir dan terburu, aku langsung pergi ke kamar mandi wanita dan memeriksanya. Benar dugaanku, terdapat flek berwarna kemerahan yang keluar, tanpa basa basi aku langsung kembali keruangan dan mengemasi barangku, seraya meminta ijin untuk kerumah sakit kepada atasanku. Aku menyetir dengan perasaan khawatir, gelisah, sedih menjadi satu diikuti dengan cucuran air mata yang mengalir. Handphone pun tak bisa senyap, dering telfon dari suamiku semakin membuatku merasa panik. Dan hari itu adalah hari terburuk yang pernah kami rasakan, dokter menyarankan untuk melakukan bedrest selama 1 minggu. 

Kami berdua pun melakukan ikhtiar dan berada dalam fase pasrah. Setelah melangsungkan bedrest selama seminggu, aku pun kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan si kecil yang baru berusia 6 minggu. Dan, diagnosa dokter membuatku sangat hancur dan tak kuasa menahan air mata kembali. Ya, aku dikatakan tidak hamil, dan hasil usg tidak ada kantong kecil yang menggantung lagi di rahimku. Setelah keluar dari ruang dokter, aku hanya bisa masuk kedalam kamar mandi dan menangis. Duka teramat sangat kehilangan calon anak pertama kami. 

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Bulan september dan oktober adalah bulan yang berat untuk kami, goncangan kehilangan membuat aku merasakan lebih sensitif, sehingga pertengkaran kecil berbuntut keributan dalam rumah tangga kami. Hingga pada tanggal 12 November 2017, aku merasakan tidak enak badan disertai demam menggigil. Suamiku pun masih dinas di luar kota. Aku meminta tolong untuk dibelikan alat tespack kepada kakakku, bukan tanpa alasan, memang aku terlambat haid di bulan Oktober. Tapi, aku pikir karena faktor hormon setelah keguguran menjadi penyebabnya. 

Namun, dugaanku ternyata salah. Setelah aku memeriksa disebuah testpack, ternyata hasil yang ditunjukkan luar biasa mengejutkan, dua garis pun kembali aku lihat dalam tespack. Tak menunggu lama, tepat di hari ulang tahun suamiku, aku memberikan foto tanda kehamilanku. Sebuah moment amazing, yang dapat menghangatkan kembali bahtera rumah tangga kami. Setelah mendapat kabar tersebut, suamiku langsung memutuskan pulang pada malam itu juga. 

Keesokan hari, kami pun memeriksakan kandungan, ternyata usia janin sudah mencapai 7 minggu. Berkah, dan puji syukur kami ucapkan. Kembali kami diberikan amanah yang kedua kalinya. Dan kini, usia kandunganku sudah berada di 36 minggu. Luar biasa yang aku rasakan saat dapat mengandung sampai usia 9 bulan, dari merasakan denyut jantungnya untuk pertama kali, disapa dengan tendangan-tendangan kecilnya, sampai dengan tonjolan kaki kecilnya yang muncul dipermukaan perut. Sungguh anugrah yang tidak terhingga dapat merasakan kehidupan lain di dalam perut. Dan tidak terasa semakin dekat untuk bertemu calon buah hatiku.

Belajar dari pengalaman, aku mau yang terbaik untuk calon buah hati yang pertama, untuk itu semua perlengkapan aku memilih product dengan kualitas yang baik. Terutama untuk diapers yang merupakan kebutuhan si kecil, aku sangat selektif memilih. Dimana harus memiliki bahan ekstra lembut dan terdapat sirkulasi udara untuk mencegah kelembaban pada si kecil, jangan sampai membuatnya iritasi. Dan harus memiliki desain yang tipis, sehingga si kecil nyaman saat tidur. Dan semua yang aku butuhkan ada di dalam product Comfort Gold Newborn dari Sweety, ditambah terdapat teknologi pada permukaan berbentuk 3D Diamond yang dapat mendistribusikan cairan dan menyerap ekstra cepat.