Si Kecil Suka Mencari Perhatian Moms? Yuk, Kenali Tanda dan Solusi Mengatasinya

Mendidik batita usia dua tahun memang memiliki tantangan tersendiri karena ia sudah lebih aktif dan mulai belajar mengembangkan interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Interaksi atau hubungan dengan Si Kecil pun bisa jadi lebih rumit apabila ia selalu mencari perhatian. Bayi yang mencari perhatian memang wajar karena perhatian dan kasih sayang adalah salah satu hal yang utama untuk kebutuhan psikologisnya. Namun, terkadang bayi pun bisa mencari perhatian dengan cara yang cenderung negatif, misalnya dengan menangis meraung-raung, berteriak, marah dan melempar barang, atau melakukan perilaku negatif lainnya. Apakah saat ini Si Kecil sering melakukan hal itu, Moms? Jika iya, bisa jadi ia membutuhkan perhatian yang lebih intens dari Moms. Umumnya, bayi mulai mencari perhatian bila perhatian yang diberi orangtuanya tidak cukup. Namun, bila sudah diberi perhatian dan kasih sayang tapi Si Kecil masih mencari perhatian, ada beberapa kemungkinan perilaku tersebut muncul. Misalnya, karena ia terlalu dimanja sehingga ia merasa orangtuanya harus selalu mencurahkan segala atensi dan tenaga untuk dirinya sepanjang waktu.

Secara psikologis, jika bayi cenderung mencari perhatian dengan bersikap kasar dan terus menerus dibiarkan, ada kemungkinan ia akan tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa bersikap kasar dan menggunakan kekerasan untuk mencari perhatian. Selain itu, ia juga bisa jadi pribadi yang emosional dan tidak bisa mengontrol diri. Jadi, sebaiknya jika Si Kecil mulai memperlihatkan tanda-tanda cari perhatian yang berlebih dengan perilaku yang negatif, Moms perlu aktif untuk melakukan hal-hal berikut ini.

Tunjukkan Kasih Sayang dengan Konsisten

Sebaiknya Moms mengomunikasikan dan memperlihatkan kasih sayang pada Si Kecil secara konsisten, bukan pada situasi-situasi tertentu saja. Jika Moms baru memperlihatkan bentuk-bentuk kasih sayang setelah ia menangis atau melakukan tantrum, maka Si Kecil cenderung akan menggunakan ekspresi negatif tersebut untuk menarik perhatian Moms.

Moms juga perlu menyisihkan waktu untuk melakukan quality time bersama Si Kecil agar ia merasa telah mendapatkan perhatian yang cukup. Cobalah untuk mengisi quality time tersebut dengan lebih interaktif, seperti dengan mengajaknya bermain bersama atau saling bercerita.

Menunjukkan kasih sayang secara konsisten kepada Si Kecil bukan berarti memanjakannya dengan berlebihan. Jika Si Kecil melakukan hal negatif, Moms tetap harus memberikan pemahaman bahwa ia tak boleh melakukan hal negatif tersebut dengan kalimat-kalimat yang tegas namun tetap hangat.

Buat Ia Merasa Terlibat dengan Aktivitas Moms

Saat Moms sedang sibuk melakukan sesuatu, misalnya tengah sibuk memasak dan Si Kecil menarik-narik baju Moms untuk mengajak bermain, sebaiknya jangan mengabaikan keinginannya. Daripada memintanya untuk bermain sendiri, buatlah agar ia merasa dilibatkan dalam aktivitas yang Moms lakukan.

Moms bisa mengajak Si Kecil untuk ikut membantu Moms. Misalnya, ajak ia untuk mengaduk-aduk adonan, mencabut pucuk sayuran, atau melakukan hal lain yang mudah dan aman untuk ia lakukan. Jika melakukan aktivitas ini, jangan lupa untuk menjauhkan Si Kecil dari benda-benda yang berbahaya, seperti pisau dan kompor. Melibatkan Si Kecil saat Moms sibuk beraktivitas akan membuatnya merasa dihargai dan Moms tetap bisa menyelesaikan aktivitas yang sedang Moms lakukan.

Bangun Komunikasi yang Positif

Saat Si Kecil mulai terlihat sedang mencari perhatian, Moms perlu peka dan langsung mengajaknya berkomunikasi. Dengan berkomunikasi dengan Si Kecil dan mendengarkan apa yang tengah ia rasakan dengan rasa empati, Moms bisa menjauhkan Si Kecil dari cara mencari perhatian yang negatif.

Berikan ungkapan yang dapat membantu Si Kecil menjelaskan emosi yang ia rasakan karena di usia dua tahun, Si Kecil belum mampu mengungkapkan perasaan dengan mudah. Moms bisa berkata bahwa Moms tahu bahwa ia sedang sedih atau marah dan berikanlah pelukan yang bisa membuatnya merasa tenang.

Selain perhatian emosional, sebaiknya Moms pun tidak mengabaikan perhatian yang bisa memberikan kenyamanan pada tubuh Si Kecil karena hal tersebut juga tak kalah penting untuk tumbuh kembangnya. Moms bisa memberikan kenyamanan untuk si Kecil dengan memakaikan popok anti iritasi yang berdaya serap tinggi dan lembut agar Si Kecil tetap bebas beraktivitas, seperti popok celana Sweety Silver Pants, popok anti bocor favorit Moms dan Si Kecil. Sweety Silver Pants memiliki teknologi ekstra elastis dan lembut sehingga lebih pas di badan dan anti bocor. Yuk, berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk Si Kecil juga kenyamanan ekstra dari popok celana Sweety Silver Pants! #SudahPakaiSweety


Bagikan

Komentar (17)


profile picture

Mohon Daftar/Masuk untuk dapat menuliskan komentar

YUNI ANANDA HARAHAP
YUNI ANANDA HARAHAP
Anak saya lagi heboh sana sini
0
Tiesa Sa'adatul Layalie
Tiesa Sa'adatul Layalie
Emng bener, lagi masanya
2
YUNI ANANDA HARAHAP
YUNI ANANDA HARAHAP
Iya khan
YUNI ANANDA HARAHAP
YUNI ANANDA HARAHAP
Iyaa
IMAH FA
IMAH FA
Terima kasih
0
Jubaedah
Jubaedah
Trerimakasih
0
Kencana
Kencana
Thank you
0

Article Terkait

Si Kecil Suka Corat-Coret Dinding? Jangan Dilarang...

Golden age atau fase emas merupakan masa di mana fisik dan otak balita berada pada perkembangan terbaiknya. Perkembangan bayi pada fase golden age ini...

Apa Saja Bahan Utama Pembuatan MPASI?

Si kecil tentu saja tidak selamanya akan diberi ASI (Air Susu Ibu). Ada beberapa makanan yang pada akhirnya harus dikenalkan satu per satu pada si kec...

5 Trik Olahraga Aman dan Nyaman untuk Bayi Dua tah...

Bayi yang sehat tentunya harapan dari semua orang tua. Selain memberikan asupan nutrisi yang sehat, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga...