Tahapan Pengenalan Potty Training yang Perlu Diterapkan pada Si Kecil

Melatih bayi agar mampu lepas dari penggunaan popok bayi dan mau buang air kecil (BAK) serta buang air besar (BAB) di toilet memang sebuah tantangan yang tidak mudah bagi orangtua. Melatih bayi ke toilet atau populer disebut potty training membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ada orangtua yang sukses mengajarkannya dalam waktu tiga hingga lima hari, namun ada juga yang berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Dibutuhkan kesabaran dan komitmen orangtua pada saat melakukan potty training untuk Si Kecil.

Kapan Potty Training Bisa Dilakukan?

Setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk dalam kemampuannya untuk melakukan potty training. Idealnya, potty training dimulai saat bayi berusia tiga tahun karena pada usia ini, bayi dinilai sudah memiliki kesiapan fisik dan emosional. Biasanya, bayi yang menunjukkan tanda-tanda berikut ini sudah bisa melakukan potty training.

  • Si Kecil sudah bisa mengungkapkan keinginannya untuk buang air besar maupun buang air kecil
  • Popok bayi masih kering saat bangun tidur
  • Bayi terlihat menghindari orang lain ketika ingin buang air besar maupun buang air kecil
  • Bayi bisa mulai bisa melepas dan memakai pakaiannya sendiri

Jika tanda-tanda di atas sudah muncul pada Si Kecil, berarti ia sudah siap untuk melakukan potty training. Tidak perlu terburu-buru, Moms bisa mengikuti tips potty training secara perlahan agar Si Kecil tidak stress saat melakukannya.

Persiapkan Kebutuhan Potty Training

Hal pertama yang diperlukan untuk kebutuhan potty training adalah toilet duduk. Satu hal yang perlu diingat, tidak semua bayi langsung mau buang air di toilet. Sebaiknya, ajarkan bayi untuk duduk terlebih dahulu di toilet. Moms juga bisa membelikan tempat duduk kloset khusus untuk Si Kecil dengan ukuran yang pas serta motif-motif lucu yang disenangi oleh Si Kecil.

Ciptakan Rutinitas Pergi ke Toilet

Setiap dua hingga tiga jam sekali, ingatkan Si Kecil agar ia pergi ke toilet. Jangan menanyakan apakah Si Kecil ingin ke toilet atau tidak, tapi ingatkan Si Kecil untuk pergi ke toilet dalam waktu-waktu tertentu. Pada malam hari, Moms juga bisa mengingatkan Si Kecil untuk pergi ke toilet sebelum tidur. Pada tahap ini, Moms pun perlu membiasakan Si Kecil untuk mengurangi penggunaan popok bayi.

Ajarkan Si Kecil Bagaimana Menggunakan Toilet

Untuk penggunaan toilet, Moms bisa menyesuaikan dengan jenis kelamin Si Kecil. Untuk bayi laki-laki, ajarkan Si Kecil untuk mengarahkan alat kelaminnya ke bawah pispot atau toilet agar air seni tidak mengotori bagian tempat duduk toilet. Untuk bayi perempuan, ajarkan Si Kecil untuk duduk di posisi yang benar saat buang air kecil. Jangan lupa ajarkan Si Kecil untuk membersihkan alat kelaminnya dengan air setelah melakukan buang air kecil. Setelah bayi buang air besar, mungkin ia akan merasa kesulitan untuk membersihkan bokongnya dengan benar sehingga Moms tetap perlu membantunya.

Beri Pujian

Setelah Si Kecil sudah berhasil menggunakan toilet dengan benar, beri dia pujian agar Si Kecil tetap bersemangat melakukan potty training. Moms juga bisa memberikan hadiah-hadiah kecil saat Si Kecil sukses menggunakan toilet dengan benar. Hindari memberinya hukuman jika ia tidak berhasil melakukan potty training, hal ini malah akan membuat Si Kecil takut dan enggan pergi ke toilet.

Jadi, apakah Si Kecil sudah siap melakukan potty training? Jangan lupa untuk menerapkan tips potty training di atas ya, Moms! #SudahPakaiSweety


Bagikan

Komentar (0)


profile picture

Mohon Daftar/Masuk untuk dapat menuliskan komentar

Article Terkait

Cara Mengatasi Demam pada Si Kecil

Bunda, jangan langsung panic ketika si kecil terserang demam. Sebab, demam memang hal yang biasa terjadi pada bayi atau balita. Sebaiknya, jangan lang...

5 Rekomendasi Restoran dengan Playground Seru dan...

Moms, sedang mencari rekomendasi restoran dengan playground seru dan pilihan makanan yang pas untuk Moms serta Si Kecil? Restoran dengan playground se...

Ini Dia, Tiga Gejala Umum Si Kecil Alergi Makanan

Rasanya pusing dan cemas ya Bunda, kalau si kecil salah makan yang menyebabkan alergi. Tidak ada yang mau dong kalau si  buah hati sampai sampai...