Kenali Sindrom SIDS untuk Segera Lakukan Antisipasi!

Sudah tahukah Bunda tentang Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)? SIDS adalah salah satu penyakit pada bayi yang menyebabkanmeninggal mendadak saat sedang tidur. Penyakit ini diderita oleh bayi yang tidak memiliki sistem serotonin (neurotransmitter untuk mengatur tidur dan kegiatan emosional lainnya) yang teratur pada otak. Biasanya, gejala awal yang akan sering timbul, yakni suhu tubuh tidak stabil, sering terbangun mendadak, dan sulit bernapas serta banyak gerak ketika tidur. Gejala SIDS biasanya menyerang bayi diumuran 1 – 12 bulan, terutama rawan terhadap bayi di umur 2 – 4 bulan.

Apa aja sih penyebab terjadinya SIDS? Yuk, simak beberapa penyebabnya dan dapat segera dihindari dari si kecil sedari dini.

  1. Asap Rokok
    Bayi dengan orang tua perokok memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami sindrom ini. Hal ini dikarenakanbayi akan menghisap Karbon Dioksida (CO2) lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang memiliki orangtua yang tidak merokok. Banyaknya volume karbon dioksida yang diserap oleh perokok pasif dapat menjadi salah satu faktor atas meningkatnya gangguan pada sistem pernapasan sehingga bayi mengalami kematian mendadak.
  2. Menyusui Sambil Tidur
    Kebiasaan menyusui sambil tidur seringkali menyebabkan ASI tidak dapat masuk ke saluran pencernaan, melainkan masuk ke saluran pernapasan. Keadaan ini dapat memicu bayi untuk gumoh sehingga sulit bernapas.Hal ini juga menjelaskan pentingnya sendawa untuk bayi yang telah di beri ASI. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan Bunda mengantuk dan tertidur. Ketika Bunda tertidur, tanpa disadari dapat menimpa bayi hingga bayi menjadi sulit bernapas dan akhirnya meninggal.
  3. Neurotransmitter Serotonin Bayi Rendah
    Bayi dengan kadar Neurotransmitter Serotonin yang rendah pada bagian belakang otak dan medulla oblongata (di bawah 101-283 nanogram/millimeter) mempunyai kecenderungan meninggal akibat menderita SIDS. Fungsi dari Medula Oblongata itu sendiri adalah untuk mengatur pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung. Sayangnya, keadaan ini terjadi karena faktor genetik.

Bayi prematur/ BBLR
Bayi yang terlahir prematur atau berberat badan rendah (BBLR) beresiko 50% lebih besar mengalami SIDS. Hal ini dikarenakan seluruh sistem organ tubuhnya, terutama paru-paru belum mencapai tahap yang cukup sehingga belum siap untuk menopang kehidupan di luar rahim. Dalam kasus ini, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memantau perkembangan fungsi organnya. 


Bagikan

Komentar (17)


profile picture

Mohon Daftar/Masuk untuk dapat menuliskan komentar

Lailatul Aisyah
Lailatul Aisyah
Artikelnya bagus
1
Septia Arisanti
Septia Arisanti
setuju moms
Usswatun Hasana
Usswatun Hasana
Artikel yang bermanfaat
1
Septia Arisanti
Septia Arisanti
bener banget mom
Roro Kadita
Roro Kadita
Terimakasih artikelnya.. Membuat saya tambah ilmu
1
Septia Arisanti
Septia Arisanti
setuju mom :-)
Irene Ria Wikantari
Irene Ria Wikantari
Artikel yang sangat bermanfaat
0
Usswatun Hasana
Usswatun Hasana
Artikel yang bermanfaat
1
Irene Ria Wikantari
Irene Ria Wikantari
Artikel yang sangat bermanfaat

Article Terkait

Ini Dia Stimulasi yang Dianjurkan untuk Mengasah Perkembangan Motorik  Bayi Baru Lahir

Ini Dia Stimulasi yang Dianjurkan untuk Mengasah P...

Stimulasi memiliki peran penting untuk mendukung perkembangan motorik Si Kecil. Oleh karena itu, sebaiknya Moms mulai menstimulasi kemampuan motorik S...

Vaksin Wajib Buat Si Kecil

Vaksin Wajib Buat Si Kecil

Pemberian vaksin bagi Si Kecil memang masih mengundang pro dan kontra dengan berbagai alasan. Jika Bunda masih ragu untuk memberikan vaksin kepada Si...

Inilah yang Perlu Moms Persiapkan Setelah Membawa Pulang Bayi Baru Lahir dari Rumah Sakit

Inilah yang Perlu Moms Persiapkan Setelah Membawa...

Menanti momen kelahiran bayi setelah 9 bulan kehamilan adalah hal yang sangat menyenangkan. Sebelum Moms memasuki masa persalinan di rumah sakit, tent...