Co-Sleeping Bayi dan Orang Tua

Apa itu co-sleeping? Co-sleeping adalah sebuah praktek yang dilakukan orang tua dan anak untuk tidur berdekatan atau bersebelahan dalam satu ruangan, dan bukan di ruangan terpisah. 

Co-sleeping sudah banyak dilakukan tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia; dan memiliki banyak manfaat, antara lain:

Mempermudah Menyusui
Saat periode menyusui, co-sleeping mempermudah Expert Moms untuk lebih nyaman memberikan ASI kapan pun Si Kecil membutuhkan, tanpa perlu keluar atau pindah ruangan. Suara rintihan dan tangisan Si Kecil pun, akan lebih mudah terdengar jika ibu dan bayi berada dalam ruangan atau kamar yang sama.

Mempermudah Pemantauan dan Perawatan Bayi
Karena suara Si Kecil lebih mudah dan cepat terdengar saat ibu dan bayi berada di ruangan yang sama, Expert Moms pun lebih mudah untuk melakukan pemantauan dan perawatan untuk Si Kecil, misalnya saat Si Kecil rewel, muntah karena sakit, atau untuk mengganti popok di tengah malam saat Si Kecil buang air besar atau kecil. Pemantauan yang lebih baik, juga menurunkan resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).

Meningkatkan Kedekatan Bayi dan Orang Tua
Co-sleeping juga dapat meningkatkan kedekatan bayi dan orang tua, karena kontak yang lebih lama dan intens, saat merawat, memantau, dan menyusui, bahkan saat beristirahat.

Walaupun banyak manfaat yang bisa didapat dengan praktek co-sleeping, namun bukan berarti tidak ada resiko yang harus dipahami dan dihindari. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan, untuk menghindari resiko tersebut:

  • Sebisa mungkin, pisahkan kasur tempat tidur bayi dan orang tua, agar tidak mengganggu kenyamanan orang tua dan bayi. Dan jika memang tidur di kasur yang sama, pisahkan area tidur Si Kecil dengan orang tua menggunakan guling atau pembatas aman lainnya, dan pastikan area tidur Si Kecil berada pada area yang paling aman, misalnya bayi tidur di pojok dekat dinding, dan dibatasi guling dari area tidur orang tua.
  • Jaga suhu kamar agar tidak terlalu dingin untuk Si Kecil. Perlu diketahui, tingkat tubuh beradaptasi dengan suhu dingin, berbeda antara orang tua dengan bayi. Bayi rentan mengalami hipotermi atau suhu badan yang rentan, dikarenakan tubuh yang masih kecil, dengan lapisan kulit dan lemak yang masih tipis (terutama untuk bayi baru lahir). Sesuaikan suhu kamar dengan suhu normal, yaitu sekitar 25 derajat. Jangan juga menyelimuti bayi dengan selimut tebal dan berat, apalagi yang dapat menghambat jalan napasnya.

Bagikan

Komentar (0)


profile picture

Mohon Daftar/Masuk untuk dapat menuliskan komentar

Article Terkait

Something Amazing is Coming, Stay Tuned!

Something Amazing is Coming, Stay Tuned!

Expert Moms, melihat banyaknya moms yang antusias mengikutsertakan Si Kecil di ajang Amazing Baby Star, akhir bulan ini Sweety x ANTV akan memberikan...

Serunya Meditasi dengan Menggambar bareng Si Kecil seperti Angel & Miquel

Serunya Meditasi dengan Menggambar bareng Si Kecil...

Margareth Angelina atau lebih dikenal dengan Angel Cherrybelle  punya kegiatan rutin yang terbilang unik bersama Si Kecil Miquel, yakni meditasi....

Pusaran Kepala Si Buah Hati dan Kepribadiannya

Pusaran Kepala Si Buah Hati dan Kepribadiannya

“Semakin banyak jumlah pusaran kepala anak, semakin nakal ia di masa yang akan datang.”Benarkah unyeng-unyeng, atau juga dikenal dengan sebutan pusara...