Raisya Anamelia

Raisya Anamelia

Oleh: Khusnul Fatimah

  • U Perempuan
  • C 27 hari

Tumbuh Kembang Si Kecil

Khusnul Fatimah
Selama masa kehamilan kita hanya membayangkan bagaimana sakitnya ketika melahirkan secara normal, sambil mencari info di google berbagai cara agar dapat melahirkan secara normal, mulai checkup rutin ke dokter kandungan ke dua dokter sekaligus dan ke bidan. Mengikuti yoga dngn instruktur secara langsung hingga melalui online sejak pandemi. Hari berganti hari Minggu bulan berganti bulan. Sebagai calon ibu yg pertama kali hamil rasa panik mulai muncul ketika memasuki bulan ke 6 ketika dokter memberi tahu posisi bayi sungsang. Dan ini terjadi selama 2 bulan. Tapi berkat motivasi dan saran dari instruktur yoga, bidan dan saudara dibulan ke 8 posisi bayi sudah normal. Memasuki bulan ke 9, mendekati HPL yg diprediksi dokter, rasa panik muncul kembali ketika dokter bilang bayi masih belum masuk panggul. Tapi Alhamdulillah suami dan bidan selalu memberi saran dan motivasi dan selalu berusaha menenangkan. Belum hilang rasa panik, kembali cek ke dokter sehari sebelum HPL dokter bilang masih belum masuk panggul dan ukuran bayi yg mencapai 3 dan memberi dateline 6 hari. Kembali hasil diagnosa dengan dokter saya konsultasikan dengan bidan. Bidan menyarankan utk ganti ke dokter lain karena ukuran bayi diperkirakan lebih besar dari hasil usg dokter. Akhirnya cek ke dokter lain, rasa deg2an dan pasrah melahirkan baik normal maupun operasi ketika dokter mengatakan ukuran bayi 3,5kg, HPL yg lewat dan diberi waktu maks 2 hari agar bayi dilahirkan karena sudah waktunya, dokter pun berjanji utk membantu yg terbaik baik normal maupun klo terpaksa dengan SC , yg melegakan dont Bayi dah masuk panggul. Malam itu juga hasil diagnosa dokter saya konsultasikan dengan bidan saya. Seperti biasa bidan berusaha menenangkan dan bilang insyaallah bisa normal dan menyarankan jalan cepat sedikit lari. Keesokan hari sehabis shubuh dengan di temani suami , saya melakukan jalan cepat seperti bidan sarankan selama 30 mnt. Setelah selesai saya merasakan sesuatu, akhirnya saat itu juga saya periksa kebidan. Alhamdulillah bidan bilang pembukaan 1. Setelah itu malamnya saya tdk bisa tidur terasa gerah dan sakit yg berulang ulang. Pagi hari tepatnya sehabis shubuh saya muntah2 dan lemas. Akhirnya suami dan ibu mertua membawa ke klinik bidan. Sampe di sana saya langsung di infus dan bilang klo saya masuk angin dan stres. Setelah di cek ternyata sudah pembukaan 2. Akhirnya bidan menyarankan utk opname disana utk menghilangkan panik dan mengumpulkan tenaga. sekitar jam 12 siang terasa semakin sakit, setelah di cek ternyata sudah pembukaan 3. Saat itu bidan dan asistennya meminta perlengkapan bayi , saya bingung apakah saya akan melahirkan di klinik tsb, karena merasakan sakitnya saya merasa sudah tidak ada tenaga lagi. Tapi bidan2 dan suami terus memberi semangat. Sekitar jam 14 saya mengatakan ke suami utk membawa ke RS. Begitu pun ibu mertua, tapi suami masih percaya saya bisa, dan berkonsultasi dengan Bidan utama, dan bidan memberikan keyakinan saya bisa, dan dia bilang kumpulkan tenaga, semangat dan berdoa. Jgn berteriak sebut aja Bismillah berulang kali. Tapi sakitnya bener2 luar biasa dan belum pernah saya rasakan sebelumnya. Bidan lalu mengecek ternyata sudah pembukaan 6. Untungnya pada hari itu hanya saya pasien disana padahal sehari setelah saya melahirkan ada 3 pasien melahirkan disana, sehingga erangan sakit saya tidak mengganggu pasien yg lain. Ass Bidan terus menyemangati, jam 14.40 masuk Ashar, bidan utama minta ijin Sholat terlebih dahulu dan seolah memberi kode ke para asisten diperkirakan persalinan terjadi jam 15. Ketika jam 15 sakitnya luar biasa rasanya pengen mengejan, tapi ass bidan bilang tahan dulu tapi sudah gak kuat. Ass bidan bilang sudah pembukaan 9 lebih. Tepat jam 15.10 bidan utama memberi tahu kalo dah pembukaan sempurna dan menginstruksikan semua pada posisi dan apa yg harus dilakukan termasuk suami. Dengan dua kali mengejan dan sakit luar biasa , dengan ucapan takbir yg secara reflek dari mulut terdengar jeritan suara tangia bidadari cantik ini lahir ke dunia. Alhamdulillah. Semua rasa sakit terasa hilang. Semua bidan tersenyum dan bilang sudah selesai mbak. Tepat jam 15.20 bidadari kecilku diletakkan di dada dengan BB 3.7kg, dan 49 cm. Haru, bahagia terasa campur aduk gak menyangka aku bisa melahirkan normal. Akhirnya aku menjadi ibu.
Perjuangan menjadi seorang ibu

Bagikan