Moms, Yuk Kenali Gejala Alergi Makanan pada Si Kecil!

Perkembangan Si Kecil yang pesat kerap menempatkan Moms pada kondisi-kondisi baru yang tidak hanya membutuhkan adaptasi tapi juga tindakan yang tepat. Salah satunya adalah ketika Si Kecil mengalami alergi makanan.

Jika Si Kecil mengalami alergi makanan, tak perlu panik, Moms! Alergi makanan bukan sesuatu yang berbahaya jika ditangani dengan tepat. Alergi makanan pada Si Kecil biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuhnya menganggap protein yang terkandung di dalam makanan  yang dikonsumsi Si Kecil sebagai suatu ancaman atau senyawa asing bagi tubuh. Sebagai bentuk respons alami, tubuh Si Kecil akan melepaskan senyawa kimia yang memicu reaksi alergi.

Sebenarnya, reaksi yang timbul dari alergi makanan pada Si Kecil seringkali hanya berupa gejala yang ringan. Namun, pada beberapa kasus, alergi makanan juga bisa sampai menimbulkan gejala yang kronis dan membahayakan nyawa. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mengetahui gejala alergi makanan yang terjadi pada Si Kecil, seperti gejala-gejala berikut ini:

  1. Ruam dan gatal pada kulit 

Si Kecil tiba-tiba menjadi rewel karena rasa gatal dan bintik merah yang mengganggu? Bisa jadi kondisi tersebut adalah salah satu gejala alergi makanan. Gejala ini biasanya ditimbulkan akibat faktor respons imun yang bereaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi oleh Si Kecil sehingga muncul zat histanin yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, gatal, dan terasa menebal.

  1. Pembengkakan pada wajah dan tenggorokan

Jika Si Kecil tiba-tiba mengalami pembengkakan pada area sekitar wajah dan tenggorokan, ada baiknya Moms mulai mengamati pola konsumsi harian Si Kecil. Mungkin terdapat zat pemicu alergi yang menyebabkan pembengkakan di bawah kulit Si Kecil. Sebenarnya, pembengkakan pada wajah dan tenggorokannya merupakan reaksi alergi ringan yang bisa hilang dengan sendirinya ketika tubuh Si Kecil dapat menetralkan zat penyebab alergi.

  1. Sulit menelan 

Gejala yang satu ini mungkin membutuhkan sedikit ketelitian ya, Moms. Gejala yang satu ini kerap disalahpahami sebagai usaha Si Kecil menolak makanan, padahal sulit menelan merupakan gejala alergi yang terjadi akibat pembengkakan mukosa yang dipicu oleh alergi makanan.

  1. Sesak napas

Alergi makanan juga dapat memicu sesak napas. Zat pemicu alergi dapat membuat otot-otot di sekitar saluran pernapasan Si Kecil mengencang secara perlahan, kemudian saluran tersebut menjadi meradang dan menghasilkan lendir lebih banyak dan menutup jalur napas sehingga Si Kecil kerap merasakan sesak napas

  1. Gangguan pada saluran pencernaan

Reaksi alergi pada saluran cerna Si Kecil secara mayoritas dipicu oleh kandungan makanan tertentu yang berperan sebagai alergen atau zat pemicu alergi, seperti susu sapi, kacang, telur, atau makanan laut. Di dalam saluran cerna Si Kecil terdapat sistem imun khusus bernama imunoglobulin A atau IgA yang memicu terjadinya reaksi mual, muntah, serta nyeri perut atau diare.

Setelah mengetahui gejala-gejala alergi makanan yang bisa dialami Si Kecil, Moms bisa mulai memerhatikan bagaimana Si Kecil bereaksi terhadap berbagai jenis makanan yang Moms berikan. Pengetahuan ini dapat menjadi bekal untuk menemukan pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Agar Si Kecil tetap mendapatkan nutrisi yang sehat, lengkap, dan seimbang, Moms bisa mengganti makanan yang memicu alergi pada Si Kecil dengan makanan lain yang memiliki nutrisi yang sama baiknya.

Selain makanan pemicu alergi, ada hal lain yang bisa memicu ruam dan gatal pada kulit balita, yaitu penggunaan popok bayi yang mudah bocor dan membuat kulit Si Kecil di area popok jadi rentan terkena iritasi. Jauhkan Si Kecil dari ruam dengan memakaikan popok anti bocor dan popok anti iritasi yang daya serapnya tinggi dan lembut, seperti popok celana Sweety Silver Pants Boys & Girls yang memiliki karakter keren superhero Justice League untuk bayi laki-laki dan karakter lucu Hello Kitty untuk bayi perempuan.

Popok celana Sweety Silver Pants Boys & Girls dilengkapi dengan inovasi Diamond Layer Technology yang mampu mendistribusikan dan menyerap cairan dengan sempurna. Bahkan, popok perekat ini mampu mengurangi risiko cairan bersentuhan dengan kulit bayi hingga 50%, sehingga menjaga permukaan kulit Si Kecil tetap kering. Popok celana Sweety Silver Pants Boys & Girls juga sudah teruji klinis oleh Australian Dermatologist, sehingga aman bagi kulit bayi sesensitif apa pun. Yuk, jauhkan Si Kecil dari alergi dan ruam popok yang mengganggu tumbuh kembangnya. #SudahPakaiSweety


Bagikan

Komentar (50)


profile picture

Mohon Daftar/Masuk untuk dapat menuliskan komentar

suwaibatul islamiah
suwaibatul islamiah
Bermanfaat
0
suwaibatul islamiah
suwaibatul islamiah
Tqu
0
novianti.euis@gmail.com
novianti.euis@gmail.com
Kalo makan beras merah sembelit. Itu baby ku
0
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Nice info
4
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Makasih
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Good
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Like
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Nice
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Sangat bermanfaat
4
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Nice info
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Good
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Like
Susi Ernawati
Susi Ernawati
Setuju

Article Terkait

3 Kata Positif yang Perlu Diajarkan pada Batita yang Mulai Belajar Bicara

3 Kata Positif yang Perlu Diajarkan pada Batita ya...

Usia satu tahun adalah usia yang spesial bagi Si Kecil karena pada usia ini, Si Kecil sudah mulai belajar bicara. Biasanya, ia telah mulai bisa menguc...

Rekomendasi Mainan Edukatif yang Bisa Melatih Kecerdasan Bayi 1 Tahun

Rekomendasi Mainan Edukatif yang Bisa Melatih Kece...

Moms, tidak terasa seiring berjalannya waktu, Si Kecil telah berusia satu tahun dan tumbuh ceria. Menginjak usia satu tahun, ada baiknya Moms mulai me...

Tips Memilih Baby Walker yang Aman untuk Si Kecil Agar Terhindar dari Kecelakaan

Tips Memilih Baby Walker yang Aman untuk Si Kecil...

Si Kecil sudah semakin besar dan mulai belajar berjalan? Melihat Si Kecil yang sudah mampu melangkah dan belajar berjalan memang momen yang tak tergan...